ANALISIS SWOT DEPARTEMEN PIO
|
ASPEK |
STRENGHT |
WEAKNESS |
OPPORTU NITY |
THREATS |
NILAI
|
|
A. RESOURCES |
|||||
|
Human |
Jumlah pengajar tetap PIO = 8 (S2 = 6 org ; S3 = 2 org) Pengajar dari departemen lain = 3 0rg SDM yang memiliki motivasi belajar yang tinggi. SDM yang memiliki komitmen kerja yang tinggi.
|
Jumlah staf pengajar masih kurang untuk pengembangan PIO ke depan (Mis: pembukaan S2 Terapan, S2 Science, dll)
|
Ada peminat untuk menjadi staf pengajar PIO.
|
Kompetitor dari bidang ilmu lain yang juga berkiprah dalam bidang SDM. Honor yang kompetitif dari institusi lain. Beban kerja sampingan (kegiatan Unit Pelayanan) yang begitu besar.
|
2 Rasio dosen - mhswa 1 : > 30
|
|
Financial |
- Tidak ada |
Birokrasi dalam sistem aliran dana. Sistem pencarian dana 1 pintu. Tidak ada SDM keuangan sebagai pengelola keuangan Departemen.
|
Kontribusi hasil keuntungan dari Unit Pelayanan kepada Departemen. Kontribusi Fakultas ke Departemen. Kesempatan untuk mencari sumber keuangan langsung dari Departemen. |
Sumbangan yang terlalu besar kepada Biro Rektor. |
1 Anggaran u/ pengemba- ngan SDM dan pengelolaan departemen belum ada |
|
Physical |
Beberapa fasilitas sudah tersedia (1 set komputer, 4 set meja dan kursi dosen, lemari 3 pintu, meja rapat). |
Ruangan Dosen kurang luas Fasilitas Meja dan Kursi dosen kurang. Sarana PBM yang kurang (tidak ada operator yang mempersiapkan sarana PBM) ATK Printer yang kurang |
Gedung baru | Perawatan dan pemeliharaan yang kurang memadai. Pemadaman listrik oleh PLN, dan tidak tersedia genset.
|
2 Fasilitas PBM cukup hanya saja pemeliharaan kurang |
|
Information |
Buku Jaringan internet |
WiFi tidak merata untuk seluruh ruangan, frekuensinya kurang maksimal. Buku-buku tidak up to date. Informasi tambahan dari media massa yang sifatnya rutin berkaitan dengan PIO (majalah,jurnal) belum tersedia. |
Kegiatan-kegiatan untuk pengemba ngan ilmu cukup banyak (mis: seminar, workshop, buku, internet, jurnal, dll) |
Pemadaman listrik oleh PLN Jaringan internet yang sering error. |
2 Jaringan inetrnet kurang optimal, buku-buku kurang up to date |
|
QA |
GBPP sudah ada |
Belum ada SAP Standar penilaian yang sangat variatif (PAN/PAP/dll) |
Adanya GKM |
Sistem seleksi mhs yg kurang objektif Dosen yg terlalu sibuk dgn pekerjaan sampingan shg tdk punya waktu untuk mempersiapkan PBM dengan baik sesuai standard. |
1 Lembaga penjaminan mutu belum ada |
|
L-O-M |
- Leader cukup memfasilitasi semua kepentingan
|
Organisasi masih kurang rapi karena masih banyak yang rangkap jabatan. Garis koordinasi antara departemen dengan Koordinator Pascasarjana belum jelas. - Ruang Lingkup tugas dan tanggung jawab beberapa jabatan struktural belum jelas.
|
Komitmen kerja staf yg cukup tinggi. |
- |
2 Job desc belum jelas, garis koordinasi msh belum rapi |
|
B. PROCESS & SERVICES |
|||||
|
Study Programme |
- ada kemauan yg besar dan dukungan dari para staf pengajar untuk pembukaan prodi baru - ada panduan pembukaan prodi baru - izin pembukaan prodi baru cenderung mudah didapat |
- jumlah SDM masih kurang - sarana dan prasarana untuk membuka program baru mash belum tersedia |
- animo masyarakat untuk program multi entry cukup besar. - Program terapan psi di sumatera belum ada. |
- positioning pasca psi yang belum, apakah di bawah pasca sarajana universitas atau fakultas. - persaingan biaya kuliah dengan iniversitas lain. |
2 Ada ijin, ada peluang, tetapi tid SDM kurang dan tidak ada dana. |
|
Curriculum |
- sudah ada panduan dari Kolokium Psikologi Indonesia
|
Kompetensi yang hendak dicapai untuk S1,S2 dan S3 belum tersosialisasikan dg baik. Belum mampu memfasilitasi kebutuhan pengembangan ilmu PIO yang bergerak cepat. |
kurikulum dapat di-update
|
kurangnya waktu dan perhatian pihak manajemen dlm mengevaluasi kurikulum yg sdh ada.
|
2 Buku panduan pendidikan belum ada, standardisasi kualitas belum jelas |
|
Learning Methode |
- keleluasan u/ menggunakan berbagai metode pembelajaran.
|
belum ada metode pembelajaran yang standard |
fasilitas PBM cukup memadai staf pengajar cukup flexible dlm menggunakan berbagai metode pembelajaran. |
ketidaksiapan mhs u/ mengikuti metode pembelajaran yg diterapkan (ada perbedaan kemampuan dan kemauan diantara mhs)
|
1 Tidak mengacu pada visi, misi dan tujuan institusi. Belum terarah. |
|
Student Activity |
- Ada mhs yg memiliki motivasi blajar yg tinggi - kesediaan mhs u/ mengikuti peraturan - |
- Ada mhs yg memiliki motivasi blajar yg rendah |
- wadah untuk pengembangan diri yg cukup banyak (mis: Lomba-lomba karya ilmiah, kegiatan ekstrakurikuler, dll) |
- ada perbedaan kemampuan dan kemauan diantara mhs |
2 Aktivitas ilmiah mhs kurang, |
|
Academic Culture |
- hubungan dosen-mhsw yang cukup terbuka.
|
- cara pandang yang masih terkotak-kotak diantara dosen yg sering membuat mhs menjadi bingung.
|
- kemauan untuk berubah atau membentuk budaya baru.
|
- Perbedaan karakter personal staf pengajar |
2 Kegiatan akademis selain PBM kurang |
|
C. OUTPUT & OUTCOME |
|||||
|
Graduate |
- hampir semua terserap di pasar kerja dgn waktu yg relatif singkat ( < 6 bln)
|
- ada yg bekerja tdk sesuai dng background pendidikannya. |
- Pasar kerja yang cukup luas |
- persaingan dgn lulusan dari universitas lain (Mis: UMA, Nomensen, dan Univ lainnya dari luar Sumatera) |
2 Pembinaan karir belum ada, pelacakan alumni belum dilakukan
|
|
Research |
- Kemampuan u/ melakukan penelitian ada pada setiap dosen. - adanya dana penelitian dari universitas. |
- Banyak dosen yg malas u/ meneliti krn keterbatasan waktu dan dana. - birokrasi yg rumit untuk mendapatkan dana penelitian dari universitas.
|
Peluang untuk penelitian cukup banyak. Penelitian dapat dimuat di jurnal dan mendapat imbalan dari universitas setiap dimuat di jurnal nasional/internasional.
|
- kendala di lapangan yg dapat menghentikan penelitian (mis: data yg sulit didapat krn keterbatasan dana, tenaga dan waktu)
|
1 Departemen belum pernah melakukan penelitian
|
|
Community Service |
- SDM yg memiliki competency dan komitmen kerja yg cukup baik - adanya networking yg cukup luas
|
- kurangnya pemahaman masyarakat thd ruang lingkup kerja PIO (pengetahuan hanya sebatas psikotest)
|
- banyak institusi dlm masyarakat yg membutuhkan jasa PIO
|
Adanya pilihan lain yg lebih kompetitif
|
2 Belum terencana dan terorganisir. Ketidakjelasan perolehan keuntungan. |





